Sejarah Desa Bontoborusu

Desa Bontoborusu adalah salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 1.051,99 hektar dan telah berdiri sejak masa kolonial Belanda. Lokasinya yang berada di wilayah kepulauan membuat desa ini memiliki kekayaan alam dan budaya yang khas.

Nama "Bontoborusu" berasal dari kata “Bonto” yang berarti dataran tinggi, dan “Borusu” yang merujuk pada jenis pohon yang banyak tumbuh di wilayah ini pada masa lalu. Seiring waktu, desa ini berkembang dari kawasan agraris menjadi desa mandiri dengan potensi kelautan, pertanian, dan pariwisata.

Sejak masa penjajahan Belanda, Desa Bontoborusu telah menjadi titik strategis dalam jalur pelayaran dan pengawasan pesisir. Pada masa itu, wilayah ini dikenal sebagai pusat pengumpulan hasil bumi dan laut, yang kemudian dikirim ke pusat pemerintahan kolonial. Seiring berjalannya waktu, setelah Indonesia merdeka, Bontoborusu mulai membentuk struktur pemerintahan desa sendiri, yang terus berkembang hingga menjadi desa definitif dengan sistem administrasi dan kepemimpinan yang kokoh seperti sekarang.

Masyarakat Bontoborusu menjunjung tinggi nilai gotong royong dan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun, menjadikan desa ini sebagai salah satu contoh desa yang maju secara sosial dan budaya di kawasan Kepulauan Selayar.